PGSD – Sebanyak 170 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Geografi, hingga kelas karyawan berkolaborasi membuktikan bahwa ujian akhir semester (UAS) tak selalu identik dengan ketegangan di balik meja kelas. Mengusung tajuk CANDRIKA (Cahaya Nada Tari Karya) yang menyuguhkan karya seni autentik yang berlangsung meriah pada 15-16 Juli 2026 lalu.
Lebih dari sekadar mengejar nilai akademik, ajang pementasan dengan tema “Kilau Cahaya Mengiringi Langkah, Nada, dan Karya” ini merupakan selebrasi atas kerja keras mahasiswa selama satu semester.
Sinergi Lintas Prodi dan Kelas Daya tarik utama pergelaran ini terletak pada semangat kolaborasi yang diusung. Kepanitiaan tidak terpusat pada Himpunan Mahasiswa, melainkan diinisiasi langsung oleh perwakilan dari masing-masing kelas. Nabila Mayfiavanti, mahasiswa PGSD angkatan 2024 yang didapuk sebagai ketua pelaksana, menegaskan inklusivitas acara ini.
Setiap kelompok memiliki panggungnya masing-masing. Mahasiswa kelas karyawan unjuk gigi dalam seni musik dan tari, sementara mahasiswa Pendidikan Geografi memamerkan kepiawaian di ranah musik dan prakarya. Di sisi lain, mahasiswa reguler PGSD tampil lengkap dengan menyajikan karya inovatif di bidang musik, tari, hingga kerajinan tangan dan olahan pangan yang bernilai guna.
Proses Autentik yang Tak Tergantikan Kecerdasan Buatan Di tengah masifnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) di dunia akademik, pameran seni berbasis praktik ini sukses memanen apresiasi tinggi dari para akademisi FIP. Seni dinilai sebagai benteng terakhir dari kreativitas otentik manusia yang tidak bisa diproduksi secara instan.
Bapak Pangestu, Dosen Pengampu Prakarya SD, mengingatkan mahasiswa untuk terus mencari makna dalam setiap karya. Baginya, mata kuliah seni membutuhkan proses nyata yang mustahil diselesaikan dalam semalam menggunakan bantuan AI. Hal senada ditegaskan oleh Dosen Pengampu Seni Musik, Bapak Andika, yang menyoroti pentingnya olah rasa. Mahasiswa dituntut untuk benar-benar berlatih secara fisik, sebuah proses panjang yang jelas tidak bisa direplikasi oleh platform seperti ChatGPT.
Cetak Calon Pendidik sebagai Agen Perubahan Ketua Program Studi PGSD, Dr. Farida Nur Kumala, turut memberikan apresiasi mendalam saat membuka acara. Beliau memproyeksikan kegiatan berbasis proyek semacam ini sebagai investasi jangka panjang bagi mahasiswa yang kelak akan terjun ke dunia pendidikan. Kemampuan berkolaborasi dan berpikir inovatif dalam CANDRIKA diharapkan mampu mencetak guru-guru SD masa depan yang siap menjadi agen perubahan (agent of change) dalam menjaga karakter dan kebudayaan bangsa.
Bagi Nabila dan seluruh panitia, filosofi CANDRIKA yang mengibaratkan mahasiswa sebagai “cahaya” sukses tersampaikan dengan apik. Panggung ini tidak hanya berorientasi pada kemegahan hasil akhir, melainkan tentang nilai perjuangan, kekompakan, dan proses penempaan diri yang dilewati bersama selama satu bulan persiapan.
Pendaftaran Mahasiswa baru dapat melalui link berikut: https://pmb.unikama.ac.id/
info lebih lanjut : Follow akun Instagram FIP @fip.unikama atau Tiktok @fip_unikama






